Monday, 21 January 2008

Rating:★★★★★
Category:Other
Aku baca berita:

Berita Duka Ibu Negeara
Tutup Usia: Ny. Kastiyan Isteri Dr. Hidayat Nurwahid
Selasa, 22 Jan 08 02:20 WIB
.....................................................................................................................
Eramuslim. Com - Yogyakarta. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah berpulang ke rahmatullah Ny. Kastian Indriawati, isteri dari Ketua MPR-RI, Dr. Hidayat Nurwahid, dini hari 22 Januari 2008 pada jam 00. 49 di Rumah Sakit Jogya International Hospital (RS JIH).
Sebelumnya beliau masih diberitakan mengalami stroke ringan dan dirawat di rumah sakit tersebut, namun tengah malam atau dini hari ini, Eramuslim menerima kabar duka dari Yogyakarta.
Sejak menerima kabar pertama tentang dirawatnya beliau, Eramuslim telah bergerak langsung ke Yogyakarta. Namun belum sampai ke kota tujuan, telah diterima kabar duka tersebut.
Insya Allah besok pagi kelengkapan berita ini akan kami terus laporkan sesampainya tema di rumah duka.
Rencananya, besok jam 14.00 jenazah akan dimakamkan di TPU Kebon Dalem Prambanan Klaten.
Keluarga besar Eramuslim mendoakan semoga arwah almarhumah diterima Allah SWT, diampuni dosa-dosanya dan dijadikan kuburnya menjadi taman di antara taman surga. Dan semoga keluarganya diberikan ketabahan dan keteguhan hati.
Allahummaghfirlaha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha (PM)
......................................................................................................................

Ketika gonjang ganjing penentuan awal Syawal, aku sekedar silaturahmi bertanya tentang kapan Bapak menentukan Hari Raya itu, tak menunggu lama beliau menjawab balik dengan informasi tesebut.
Bu Iin, teringat dahulu ketika kami meminta lembaran tazkiyah dari Bapak Hidayat Nur Wahid, Ibu longgarkan waktu itu untuk menyempatkan membantu kami.
"Min tadi Bu Iin telpon nanyain nt sama Hafidz tentang tazkiyahnya udah sampai ke nt belum" temenku memberi tahu. Subhanallah, tanpa pamrih beliau begitu perhatian dengan lembaran itu, perhatian itu bukan karena Ala Khoiri adalah salah satu siswa kami. Perhatian itu tulus dan memang benar2 memegang amanah. Ala Khoiri yang sedang nyantri, tabahkan hatimu, semua cobaan tidak lain hanyalah pahala khusus bagi siapa yang lulus dalam ujian tersebut. Seumuran ini kau sudah rasakan pedih ditinggal sang Ummi. Kami merasakan sedih ditinggal profil Ibu Negara, kami turut berduka cita dan selalu berdo'a agar jiwa ibu benar2 karena memenuhi panggilan Allah sebagai bagian dari golongan hamba2 soleh dan surga-Nya.
.....Bu Iin, belum sempat kami bertutur kata "terimakasih" dan kau telah memenuhi panggilannya, inna lillah.......
Allahummaghfir laha warhamha wa'aafihi wa'fu 'anhaa, Allahumma la takhrimna ajrohaa walaa taftinna ba'dahaa waghfir lanaa wa lahaa, waj'al qabrahu roudhotan min riyadhil jannah walaa taj'al qabrahu khufrotan min khufarinniiraan.

Bapak Hidayat, sungguh profil kesederhanaan yang menakjubkan. Kesederhanaan beliau bukanlah sebatas gambaran dalam opini, mata ini cukup menjadi saksi ketika mengenang kunjungan beliau ke pondok, kami lihat beliau dekat, kami perhatikan akhlak yang memikat. Hal itu bertambah lagi ketika mengantar Ala Khoiri nyantri di pondok kami, di Gontor II.....sungguh kenangan indah. Sesederhana itu dan mulianya, hanya satu mobil beranggotakan Bunda, Ala dan kakaknya tambah lagi sopir beliau. Jauh dari gambaran petinggi negara.
Subhanallah, ternyata masih Engkau sisakan dalam hidup kami segelintir manusia tauladan dalam kesederhanaan.

0 comments:

Post a Comment