Thursday, 31 January 2008

TEUNGKU KEUTAPANG MENCARI TUHAN
Teuku Azhar Ibarahim-Antalogi Puisi "NAFAS PERADABAN"
(Cairo awal september 1997)

Teungku Keutapang si anak dusun, ia pergi merantau mencari Tuhan. Ke timur ia pergi ke barat ia tempuh, ke lembah ia turun, ke gunung ia daki, ke laut ia seberangi, ke kubur para wali ia kunjungi, ke masjid-masjid agung ia tandang, ke bangku-bangku kuliah ia masuk, ke gua-gua suci ia rambah tapi ia tidak menemukan Tuhan.

Ke rumah bordil, meja judi, kedai khamr ia lintas juga tidak ia temukan Tuhan.

Ia pergi ke menara gading, duduk di sebuah kursi depan meja di bawah lampu empat puluh watt, dikelilingin buku-buku loakan ia pikirkan ufuk mana berada Tuhan.

Tahun sembilan lima ia pergi ke Makkah, di bawah Ka'bah, merenung Tuhan. Ia tidak menemukan apa-apa kecuali dirinya yang selama ini juga hilang.

Sambil pulang ia tilik hati, ternyata ia temui Tuhan. Kini ia pergi bersama Tuhan bahkan Tuhan menguasai dirinya. Tuhan ada dalam hati dan pikirannya. Dia malu berbuat di luar krelaan Tuhannya.

2 comments:

  1. SubhanaLLOH...great taushiyyah... JazaakaLLOHU khoiron katsiro, Mas...

    ReplyDelete
  2. iya Bunda betul sekali......tapi yg berhak dapat "great" ini sebenarnya adalah Teuku Azhar, nggak tau dia tau nggak klw karyanya saya post disini...hehehe
    :D:D:D

    ReplyDelete