Tuesday, 15 April 2008

Ini kisah nyata yang dimuat di media cetak Almanar Cairo, selengkapnya bisa dibaca tuntas sama yang punya postingan asli di sini:
http://religiusta.multiply.com/journal/item/233/Kisah_Nyata_Pesankan_saya_tempat_di_neraka
----------------------------------------------------------------------------------
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup
panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!


"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!"

Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.


Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

"Bangunkan saja!" kata seorang penumpang.

"Iya, bangunkan saja!" teriak yang lainnya.

Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.

Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!
Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.


Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...
mumpung kesempatan itu masih ada!

Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu a'lam.

8 comments:

  1. astaghfirullah!....ya, Allah...
    makasih, im udah mau berbagi kisah ini....

    ReplyDelete
  2. Iya ni Pakde, ternyata hal2 yang kayak karomah tuh bener2 ada,terus juga lebih dari itu, sebagai pemberi peringatan kita disarankan untuk dengan cara yang baik, terlebih yang diingatkan menolak mentaha2 yaa...........just say "syukurin lhooo...." :-P

    *btw di indo dah malam lhoo

    ReplyDelete
  3. Astaghfirullah,...
    Innalillahi wa inna ilahi roji'un,
    Naudzubillahi min dzalika,...
    Semoga Allah kelak, jika tiba saatnya, mewafatkan kita dalam keadaan khusnul khotimah, Aamiin

    ReplyDelete
  4. iya, kalau sudah diingatkan dgn cara baik malah nantang... yah, diserahkan ke Atas biar diingatkan menurut caraNya...

    *koreksi, di Indo sudah pagi 2.35

    ReplyDelete
  5. Astaghfirullah hal adzim
    semoga menjadi pelajaran buat kita semua.

    TFS mas..:)

    ReplyDelete
  6. AstagfiruLLOH al 'adziim... Na'udzubiLLAH min dzalik...

    JazaakaLLOHUjaziilan, Mas...

    ReplyDelete
  7. Plis deh Bunda, emoticon kayak gituan ana kok ga bisa buat seh,,,,,,,Cabe deeeeeeh

    ReplyDelete